Gereja Ayam

Orang Ternate akrab menyebut gereja ini “Gereja Ayam” karena pada awal berdirinya gereja ini dipancangkan seekor ayam di puncak menaranya. Tahun 1999 ayam tersebut “ditembak” dan sebaliknya tahun 2007, dipasang seekor ayam di depan halaman gereja. 12 tahun kemudian tepatnya 4 Agustus 2012, dipancang kembali seekor ayam di puncak menara gereja. Pesan simbolis ayam ini menegaskan dua hal. Pertama, Rasul Petrus pernah menyangkal Yesus, diawali kokok ayam jantan. Hal ini mengingatkan orang Kristen agar jangan pernah menyangkal Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Kedua, ayam yang berkokok pertanda fajar baru dan hari baru dimulai. Di setiap pagi baru tersedia berkat yang baru (Ratapan 3:22-23). Jemaat GPM Imanuel (Gereja Ayam) Ternate terdiri dari berbagai suku: Ambon/Maluku, Halmahera, Jawa, Minahasa/Manado, Sanger, Batak, Sumatera, Kalimantan, Toraja, Timor, Papua, Tionghoa. Dapat dikatakan Jemaat ini merupakan jemaat multikultur yang terikat dan dipersatukan dalam kasih Kristus, sang Kepala Gereja.